Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
Misi dagang sektor rempah bukukan transaksi Rp239,4 miliar di Belanda
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-09 06:45:17【Resep Pembaca】860 orang sudah membaca
PerkenalanDirektur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menghadiri

Jakarta (ANTARA) - Misi dagang Kementerian Perdagangan RI bertajuk "Where Spices Tell Stories" ke Belanda pada 29 Oktober-1 November 2025 mencatatkan potensi transaksi senilai 14,6 juta dolar AS atau sekitar Rp239,4 miliar.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengangakan keberhasilan tersebut memberi sinyal positif bagi peningkatan ekspor sektor rempah dan bumbu Indonesia. Capaian itu juga merefleksikan tingginya minat pasar Eropa terhadap produk rempah dan bumbu Nusantara.
"Importir Eropa menilai produk rempah dan bumbu Indonesia memiliki keunggulan dari segi aroma dan kualitas. Produk kita juga berpotensi untuk memenuhi kebutuhan pasar pangan organik dan berkelanjutan yang sedang berkembang pesat di Eropa," ujar Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Adapun rempah dan bumbu yang paling diminati antara lain pala, lada putih, kunyit, jahe, serta bumbu makanan siap pakai.
Potensi transaksi dicapai melalui kegiatan forum bisnis dan penjajakan kerja sama bisnis (business matching) yang diselenggarakan di Indonesia House Amsterdam pada 30 Oktober 2025. Dalam forum ini, pelaku usaha Indonesia memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pembeli asal Belanda, Prancis, dan Jerman.
Misi dagang diikuti sepuluh pelaku usaha Indonesia. Para peserta misi dagang mendapat kesempatan langsung menjajaki kerja sama dagang dengan mitra Eropa, serta memperluas jejaring distribusi di Belanda yang dikenal sebagai pintu gerbang perdagangan Eropa.
Selain forum bisnis, para peserta juga mengunjungi beberapa importir besar seperti Amboina, Nesia Food BV, Bina BV, dan INA Trading/Furnilux untuk mempelajari pola impor dan distribusi produk rempah di pasar Belanda.
Sebagai bagian dari rangkaian misi dagang tersebut, Kemendag menjalin pertemuan dengan Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries(CBI) dan Netherlands Enterprise Agency (RVO) pada 31 Oktober 2025.
Pertemuan membahas penguatan kelembagaan ekspor, pengembangan produk, serta akses pasar bagi sektor pertanian dan perikanan.
Suka(63578)
Sebelumnya: Polda Kepri periksa tujuh ABK Kapal Shing Xing dalam dugaan TPPO
Selanjutnya: Klasemen Grup H: peluang Indonesia U
Artikel Terkait
- Penelitian ungkap berpuasa ngak ganggu kemampuan berpikir seseorang
- BGN Pasaman Barat apresiasi SPPG yang mulai bagikan MBG
- Ahli gizi imbau kantin sekolah siapkan makanan saling melengkapi MBG
- Ahli sebut faktor
- SPPG Regional Kota Bengkulu: 68.950 siswa rasakan manfaat MBG
- BPOM intensif kembangkan fitofarmaka demi tekan impor bahan baku obat
- SPPG Polsek Palmerah Jakbar uji coba penyajian menu MBG
- Pemkab Jepara buka saluran pengaduan program MBG
- Begini cara memisahkan tulang ceker ayam agar mudah diolah
- BPBD Cilacap: 307 warga mengungsi akibat banjir di 15 kelurahan
Resep Populer
Rekomendasi

Pemkab Bantul kumpulkan pengelola SPPG untuk evaluasi MBG

Dinkes Kota Malang temukan mikroba di dalam sampel MBG

Mahasiswa USU cipngakan wadah makanan dari limbah sawit dan daun pepaya

Kemenbud tetapkan Cingkhui Aceh Jaya jadi warisan budaya ngak benda RI

Anggota DPR dukung perluasan MBG dengan pembenahan

Kapal bantuan Turki berlayar ke Gaza, bawa 900 ton makanan dan obat

Polresta Bandara Soetta pastikan dapur MBG Polri teruji sesuai SOP

Pemerintah: Ekspor udang ke AS wajib bersertifikat bebas radioaktif